Film Drama Korea Kenapa Begitu Populer Di Indonesia ?

Sebuah survei statista yang dilakukan di seluruh dunia pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 35,8% responden menyatakan bahwa Drakor cukup populer di negara mereka. Sedangkan 27,2% nya mengatakan bahwa drama Korea sangat populer.

 

Popularitas industri hiburan Korea yang terus meningkat ini memberikan dampak pada perekonomian Korea Selatan, yakni sebagai pengekspor utama budaya pop dan pariwisata Korea.

Dimana sejak awal abad 21 industri pariwisata Korea Selatan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sehingga perihal ini mengakibatkan pemerintah Korea Selatan menggelontorkan anggaran mereka sekitar 1% dari APBN Korsel untuk dunia industri budaya dan hiburan, serta pariwisata.

Akan tapi tujuan industri hiburan Korea tidak sekedar untuk memperoleh pemberian dari pemerintah Korea.

 

Ini Lho Penyebab Kenapa Drakor menjadi Begitu Populer

 

Dilansir dari wekepo berikut beberapa alasan mengapa drama Korea menjadi hiburan sangat populer bagi pemirsa dunia, khususnya pemirsa Indonesia :

 

Bertabur Bintang yang Menakjubkan

Hampir semua pemirsa Indonesia pasti mengenal bintang pria Korea seperti Lee Min-ho, Kim Soo-hyun, Song Joong-ki, Hyun Bin, dan Lee Dong-wook.

Begitu juga dengan bintang wanitanya, sebut saja IU, Bae Suzy, Kim Ji-won, Son Ye-jin, Jun Ji-hyun, Park Min-young, serta yang lainnya.

Itu hanyalah beberapa dari daftar aktor dan aktris Korea yang menghiasi layar kaca Anda dengan bakat dan juga ketampanan serta kecantikan mereka.

 

Alur Cerita Haru Biru dan Tidak Membosankan

Alur cerita yang pandai mengocok-ngocok hati membuat perasaan penonton terlarut dalam aliran cerita seakan-akan merasakan sendiri. Alur cerita nya pun selalu membuat penonton penasaran dan ingin terus menonton.

 

Pemain Tampil Apa Adanya

Para pemain akan tampil apa adanya sesuai tuntutan skenario. Bila orang miskin maka akan muncul orang miskin dengan muka acak-acakan. Tidak seperti sinetron Indonesia yang suka agak lebay, dandanan anak sekolah menor tidak sesuai kenyataan karena pemain sinetron takut kelihatan jelek.

 

Setting Visual Drakor

Dalam drama Korea, kita tidak hanya disuguhkan aktor tampan dan aktris cantik itu sendiri, namun juga diperlihatkan tempat-tempat seperti jalanan, pakaian, pedesaan, dan bahkan gang-gang kecil, semua tampak indah dan membuat settingnya tampak seperti surga.

Sinematografi memainkan aspek penting dalam pembuatan sebuah film, akan tetapi drama Korea mengambil standar yang lebih tinggi lagi.

Sehingga membuat drama Korea sangat menarik tidak hanya untuk penonton Korea namun juga untuk penonton di seluruh dunia, juga Indonesia.

 

Semua Pemirsa

Hampir semua drakor ditujukan untuk pemirsa secara umum, kecuali jika itu bergenre spesifik seperti horor, kriminal, atau thriller. Selebihnya, kebanyakan drakor ditujukan untuk semua jenis penonton.

Jika penontonnya dari rentang usia yang lebih muda, ada drama yang tidak terlalu kejam dan memiliki sangat sedikit atau tidak ada adegan penyalahgunaan obat, seks, atau adegan sadis lainnya.

Jika tema seperti itu diperlukan dalam cerita, terkadang hanya disampaikan melalui dialog para tokohnya.

Drakor juga tahu bagaimana membuat pengaruh dalam hal romansa, apakah itu dengan ciuman sederhana atau sebaliknya.

Keunggulan dan Kekurangan CorelDraw

CorelDraw jadi salah satunya software grafis yang banyak jadi opsi khusus oleh beberapa pendesain karena keunggulannya. Tetapi ada pula kekurangan yang dipunyai CorelDraw. Berikut info mengenai kekurangan dan kelebihan CorelDraw :

Kelebihan CorelDraw

1. Hasil gambar vektor kwalitasnya lebih bagus Vektor sebagai kelompok dari polygon yang dibuat demikian rupa dengan perbedaan rasio gambar dan ukuran yang pada akhirnya hasilkan sebuah design gambar. Keunggulannya yakni hasil gambarnya tidak pecah saat diperbesar.

Argumennya ialah pola vektorc dalam CorelDraw mempunyai perbedaan rasio hingga ukuran akan relatif pada rasio dasarnya. Berlainan dengan pola bitmap (jpg/png) yang saat di-resize atau diperbesar akan pecah karena tidak mempunyai perbedaan rasio dan memakai unit titik pixel (piksel).

2. Banyak suport pola impor dan ekspor CorelDraw sediakan lumayan banyak pola file terkenal untuk kepentingan ekspor dan impor. Salah satunya ialah AI (Adobe Ilustrator), DWG (AutoCAD), PDF (Adobe Portable Dokumen Format), PSD (Adobe Photoshop), TIF , TIFF Bitmap, dll.

3. Gampang dalam dipakai Untuk mempermudah pemakai mengoperkanasikannya, Corel Draw sediakan feature help dan kontribusi lewat cara online. Ada juga bermacam menu dan toolbar yang kenal dan gampang didalami, bahkan juga beberapa pemula juga dapat pahami manfaat dari tiap poin operasionalisasinya.

4. Ada beberapa tool CorelDraw sediakan banyak tool, seperti selection, koreksi, dan pemberian dampak. Hal itu bermanfaat untuk mempermudah pemakai dalam mendesain gambar dengan hasil menarik. Pemakai juga dapat memakai tool apa sesuai keperluan tak perlu mempertaruhkan kwalitasnya.

Kekurangan CorelDraw

1. Ukuran file besar Apikasi CorelDraw ini menuntut pemakaian PC yang mempunyai detail oke dan dalam bidang RAM yang tinggi karena ukuran file mentah yang dibuat dapat lumayan besar. Apa lagi bila bentuknya termasuk susah.

2. Susah untuk bikin tabel Karena berbasiskan vector, membuat tabel di Corel Draw cukup sedikit susah karena memerlukan beberapa click untuk memperoleh hasil tabel sesuai yang diharapkan.

3. Colour Ruang harus direvisi saat sebelum pemakaian secara professional Persoalan paling besar yang ditemui oleh pendesain grafis saat memakai Corel Draw ialah ketepatan warna dari palet yang disiapkan. Kadang-Kadang, warna yang dipakai tidak sesuai hasil cetakan atau print.

4. Susah Membuat pola EPS (Encapsulated PostScript) yang diterima agen Microstock. Kekurangan yang dirasa untuk pemakai CorelDraw sekarang ini ialah tidak tepatnya ukuran hasil ekspor EPS. karena waktu dibuka di program AI ( Adobe Ilustrator ukuran jadi kecil, hingga kerap ditampik agen Microstock misalkan Shutterstok.

Shutterstock menuntut beberapa kontribusinya mengirim tipe EPS 8 dan 10. Misalkan saya yang cuman kuasai program CorelDraw saja jadi benar-benar kesusahan untuk dapat mengirim file vektor berbentuk EPS ke Shutterstock. Saya menyiasatinya dengan membukanya kembali di Ai ( Adobe Ilustrator ) selanjutnya mengexport menjadi lagi EPS 8 atau EPS 10 dari Ai ( Adobe Illustrator )

Nah itu dia kelebihan dan kekurangan Coreldraw, untuk kamu yang masih pemula dan bingung bagaimana cara menggunakan Coreldraw mungkin artikel Tutorial Coreldraw ini dapat membantu kamu. Sampai jumpa dipostingan berikutnya.