Ramainya Tagar #selingkuh, Sebab-sebab Orang Bisa Selingkuh

Tagar #selingkuh tengah ramai di media sosial terutama twitter. Terus bermunculan twit keluh kesah hingga kata-kata mutiara mengenai perselingkuhan oleh netizen. Tetapi lantas apa penyebab seseorang selingkuh? Faktor apa yang menyebabkannya?

Ada alasan-alasan penyebab seseorang selingkuh. Berikut ini alasannya:

 

Baca juga: Lima Tanda Rekreasi Yogyakarta

 

Marah dan Balas Dendam

Menurut riset salah satu sebab selingkuh adalah amarah yang memicu dendam antar pasangan. Ini dipicu karena ingin agar pasangannya merasakan perlakuan yang serupa dengan yang diperbuat pasangannya.

Hal itu akan memuncak saat pasangan mengetahui bahwa dia telah dikhianati.

Faktor lain yang menimbulkan amarah dalam berpasangan adalah

  • Frustasi yang menumpuk karena pasangan tidak mendapat pemahaman antara diri sendiri dan pasangan.
  • Kemarahan karena tidak ada kedekatan lagi dengan pasangan
  • Marah karena pasangan tidak memberi banyak hal secara fisik dan emosional
  • Amarah akibat dari pertengkaran

Cinta yang telah pudar

Perasaan gembira ketika baru berpasangan akan memudar seiring waktu. Saat awal berpasangan, pasangan tentu akan saling gembira dan bergairah.

Tetapi lambat laun intensitas itu akan memudar.

Saat memudar, barulah pasangan menyadari tidak ada perasaan cinta di antara mereka. Bahkan mungkin akan muncul kesadaran bahwa sebenarnya dia jatuh cinta pada orang lain.

Hubungan yang telah memudar ini membangkitkan keinginan untuk merasakan gairah dan kegembiraan di awal berpasanga dengan berselingkuh.

Kesempatan untuk Selingkuh

Selain niat tentu adanya kesempatan berselingkuh dapat mewujudkan perselingkuhan terjadi.

Kesempatan berselingkuh muncul ketika kurangnya perhatian dari pasangan. Dan ada jarak dalam hubungan berpasangan.

Kesempatan berselingkuh itu akan muncul, saat ada perhatian dari orang lain. Baik perhatiannya sengaja maupun tidak disengaja.

Kesempatan-kesempatan tersebut tetap bisa muncul meskipun hubungan telah terbina dengan kuat.

  • Sering bersama dengan orang lain melakukan aktivitas
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan dengan hubungan fisik dan emosional

Komitmen

Jika komitmen dari masing-masing pasangan tidak kuat, maka kecenderungan perselingkuhan akan menguat.

Alasan lain perselingkuhan yang berhubungan dengan komitmen, maka seseorang bisa berselingkuh untuk menghindari komitmen dengan pasangannya.

Selain itu sejumlah alasan lainnya berselingkuh yang berhubungan dengan komitmen adalah

  • Tidak berminat dengan hubungan jangka panjang
  • Ingin berhubungan dengan lebih santai dan tidak terlalu ketat
  • Ingin keputusan yang pasti dalam berhubungan

 

Ingin Variasi

Variasi yang dinginkan dapat dalam berbentuk dalam komunikasi yang berbeda, sensai yang berbeda, dan ketertarikan yang bernuansa berbeda dengan pasangan.

 

Baca juga: Ancaman Sinar Matahari Bagi Kesehatan

 

Andai terjadi Perselingkuhan

Berikut ini adalah tindakan yang disarankan ketika menemui situasi perselingkuhan.

Bicarakan Dengan Pasangan

Bicarakan dengan pasangan anda. Jika perlu ajaklah pihak ketiga yang netral sebagai mediasi.

Tahu motivasi dan alasan pasangan berselingkuh dapat membantu kamu mempertimbangkan keputusan.

Bertanya Kepada Pasangan Untuk Kelanjutan Hubungan

Umumnya alasan berselingkuh adalah karena keinginan mengakhiri hubungan. Penting menanyakan hal ini.

Bertanya pada diri sendiri apa ingin mempertahankan hubungan

Tanyakan dan pikirkan apa hubungan kamu layak dipertahankan dan apa kamu benar-benar mencintai pasangan kamu. Pertimbangkan baik-baik apa kamu ingin menangani masalah yang menyebabkan masalah ini.

 

Maklon skincare dan kosmetik

 

Mempertimbangkan apa kamu benar-benar bisa percaya padanya lagi

Setelah mengetahui perselingkuhan, akan sulit membangun kembali kepercayaan pada pasangan.

Jika kamu sudah tahu kamu tak bisa mempercayainya lagi, maka akan sulit kamu memperbaiki masalah itu.

Bicarakan dengan pihak ketiga

Memperbincangkan dengan pihak ketiga seperti konselor pasangan. Mereka dapat membantu memisahkan perasaan dan emosi dalam menghadapi masalah ini.