Lima Simbol Rekreasi Yogyakarta

Alun alun Utara
Biasanya pelancong masuk Keraton indonesia siang Yogyakarta lewat gerbang utara. Di situlah berada Alun alun Utara, suatu tempat khalayak yang repot.
Disamping barat alun alun berdiri dengan anggun Mushola Agung yang dibikin di 1773. Arsitekturnya berpenampilan Jawa dengan atap yang berlapis lapis.
Di utara mushola, di Jl Caraora enam, ada Museum Sono Budoyo sebagai rumah buat kreasi seni Jawa, Bali, dan Madura.
Jadi kecuali berjalan jalan di alun alun coba bermacam kulineran yang ada, kamu dapat juga mendatangi tempat objek wisata yang ada disekelilingnya.
Keraton Yogyakarta
Disamping selatan alun alun berada suatu kompleks bangunan cantik, Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Dibuka untuk pelancong tiap-tiap hari dari jam 8.30 sampai 14.00, terkecuali hari Jumat tutup tengah hari kurang lebih jam 12 siang.
Sisi keraton yang terbuka untuk umum diantaranya Pagelaran, Pelataran Kedaton, dan keraton inti. Di sini seakan waktu berhenti, banyak abdi dalam masih menggunakan kemben, dan busana tradisionil Jawa dengan keris berada di belakang punggung.
Banyak yang dapat disaksikan di keraton, misalnya ornament yang diduga kreasinya datang dari impak Hindu. Ornament itu miliki makna semisalnya buat tunjukkan indonesia sore angka tahun khusus.
Pelataran Kedaton ialah halaman keraton yang paling utama. Tempat masuknya dijaga oleh dua raksasa mempunyai warna perak.
Di samping kanan pelataran ada Gedung Kuning sebagai kantor serta rumah Sri Sultan. Tempat ini tertutup buat pelancong. Sebuah koridor mempertautkan Gedung Kuning dengan Bangsal Kencono sebagai pusat dari Pelataran Kedaton.
Taman Sari
Terletak tak jauh dari keraton, cuma kurang lebih lima menit jalan kaki menuju barat daya melintasi Jalan Rotowijayan, Jalan Ngasem, lalu Jalan Taman. Taman Sari dibuka tiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore.
Tempat ini sebagai kompleks besar yang dibikin pada zaman ke 18. Sebuah taman kesenangan buat keluarga raja yang berisi beberapa kolam renang, air mancur, mushola bawah tanah, serta sebuah danau bikinan. Danaunya dahulu dipakai buat berperahu.
Taman Sari sempat merasakan kerusakan, tapi dibuat kembali dengan kontribusi dari UNESCO.
Jalan Malioboro
Jalan Malioboro terhampar 2 km dari alun alun ke utara. Jalan ini dibuat oleh Hamengkubuwono I selaku jalan resmi. Saat ini jalan ini jadi salah satunya tujuan rekreasi Yogyakarta yang terpopuler.
Sejauh jalan banyak kulinerandan pertokoan. Diselingi becak dan dokar yang diparkirkan di tepi jalan menanti penumpang. Tidak jauh dari Malioboro ada Benteng Vredeburg yang dibikin akhir era 18.
Datang Malioboro seharusnya dijalankan pada siang hari dan malam hari juga. Keadaannya akan berlainan, pun macam kulineran yang dihelat di sejauh jalan.