Kenali Dampak Toxic Positivity dan Cara Menghindarinya

 

Setiap perjalanan hidup adalah proses, berfikir positif juga menjadi suatu proses untuk menjadikan diri dapat lebih fokus pada hal-hal yang baik. Namun, tak jarang juga loh kalau pikiran positif membuat hidup menjadi lebih tenang. Justru, kadang kala berpikir positif tidak selalu membuat Anda mampu mengabaikan emosi lainnya. Seperti halnya dengan istilah Toxic Positivity yang saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan dan penjuru dunia.

Selalu berpikir positif sampai mengabaikan emosi negatif lainnya, justru bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan mental. Perilaku tersebut juga dikenal dengan penyebutan Toxic Positivity. Istilah ini merupakan suatu perilaku yang menuntut dirinya sendiri atau orang sekitar untuk selalu mempunyai pikiran dan emosi yang positif, meski tengah dalam kondisi buruk sekalipun.

Kenali Dampak Toxic Positivity dan Cara Menghindarinya

Toxic Positivity yang dilakukan dengan terus menerus dan berkepanjangan, memicu stress, gangguan cemas (Anxiety disorder) hingga gangguan yang mencakup pada mental seseorang.

Pada dasarnya setiap hal yang berlebihan pasti akan berdampak pada hal yang tidak biak. Begitu juga dengan pemikiran positif. Dimana dampaknya juga akan buruk diantaranya:

  • Emosi yang tidak keluar dan terlalu menumpuk karena sikap toxic tersebut dapat memicu terjadinya gangguan mental.
  • Mengajak untuk menyampaikan emosi. Toxic Positivity juga akan menjadikan seseorang sulit mengungkapkan emosi yang dipendam.
  • Rendah diri, seseorang yang mengidap posisi ini akan membuatnya menjadi lebih mudah untuk merasa rendah diri jika terlihat tentang tidak baik-baik saja ketika berhadapan dengan orang sekitar.
  • Memicu terjadinya kondisi buruk yang bisa membahayakan diri sendiri.

Kenali Dampak Toxic Positivity dan Cara Menghindarinya

Untuk terhindar dari hal tidak baik seperti Toxic Positivity dan dampak buruk yang dialami,bahkan tidak menjadi sumber toxic  untuk orang lain, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut:

1. Rasakan dan Kelola Emosi Buruk

Emosi buruk yang tengah dirasakan bukan hal harus disimpan. Karena perasaan dan emosi, adalah hal yang normal dirasakan oleh setiap manusia. Dengan ini, Anda bisa meluapkan perasaan emosi yang dirasakan agar tidak Toxic Positivity. Berceritalah dan ungkapkan semua keluh kesah ke seseorang yang Anda percaya dan mampu mengerti perasaan Anda.

2. Buang Sifat Membanding-Bandingkan

Pada dasarnya setiap individu mempunyai tantangan dan masalah yang berbeda-beda. Apa yang dianggap mudah oleh Anda dan sulit itu tentu akan berbeda dengan orang lain rasakan. Bisa saja Anda merasa hal itu mudah padahal menurut orang lain itu sangat sulit, begitu pun sebaliknya. Sehingga, tidak adil rasanya kalau Anda membandingkan masalah yang didalami dengan masalah orang lain.

3. Cobalah Memahami, Bukan Menghakimi

Perasaan negatif yang Anda atau orang lain rasakan dapat muncul karena banyak aspek, baik stress, masalah keluarga atau financial hingga adanya gejala gangguan mental, seperti gangguan mood. Dengan itu,, cobalah untuk berupaya memahami perasaan itu dan temukan alternative yang tepat dalam menyampaikannya.

4. Kurangi Penggunaan Media Sosial

Media sosial adalah tempat yang kerap kali mengundang Toxic Positivity, jadi ada baiknya jika Anda mengurangi penggunaannya. Kelola akun sosial media dengan lebih baik, seperti memfilter orang-orang yang berinteraksi dengan Anda dan membuat postingan kurang berguna atau mengandung unsur provokasi pada emosi Anda.

Dengan memahami Toxic Positivity beserta dampak dan cara menghindarinya, semoga Anda tidak melakukan hal ini kembali. Terapkan juga bagaimana cara menghindari toxic yang sudah dipaparkan di atas upaya Anda terhindar dari sikap ini dan tidak menjadi sumber toxic untuk banyak orang sekitar.

Simak juga cara menjaga kesehatan mental di https://www.bfi.co.id/id/blog/jaga-kesehatan-mental-mari-mengenal-lebih-dekat-toxic-positivity agar mampu mengatasi Toxic Positivity.