Hal Yang Perlu DIlakukan Saat Terjadi Pecah Ketuban

Kehamilan merupakan salah satu masa yang diinginkan oleh setiap pasangan. Dimana melalui proses kehamilan, calon penerus akan didapatkan. Sebab itu, ketika telah memasuki masa pernikahan, kehamilan merupakan salah satu keadaan yang diinginkan. Kehamilan memiliki masa 9 bulan sebelum menuju persalinan. Dalam menjalani masa kehamilan, beragam informasi mengenai kehamilan wajib diketahui beserta dipelajari.

Kehamilan merupakan salah satu masa rawan dan membutuhkan banyak perhatian. Dimana masa kehamilan bukan hanya memikirkan mengenai kehidupan sang bayi saja melainkan sang ibu juga. Berbagai nutrisi yang dimakan oleh sang ibu pun akan diatur asupannya. Nutrisi yang baik selalu diberikan untuk buah hati oleh sang ibu. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang masa kehamilan.

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga tahapan. Trimester terakhir merupakan masa – masa krusial. Dimana baik ayah dan ibu harus siap siaga. Trimester terakhir, ibu sangat rawan mengalami masalah pecah ketuban. Kondisi pecah ketuban merupakan kondisi dimana cairan keluar dari vagina sang ibu.  Hal tersebut menandakan sang bayi akan segera lahir.

Terkadang kondisi pecah ketuban merupakan sebuah kondisi yang sangat serius. Bahkan beberapa calon ibu dan bapak akan sangat panic saat kondisi pecah ketuban terjadi. Beberapa hal dapat bapak dan ibu lakukan ketika pecah ketuban terjadi. Sehingga anda dapat menangani dengan baik kondisi tersebut tanpa ragu dan khawatir.

Ketika memasuki masa – masa krusial, atau mendekati persalinan maka sang ibu disarankan menggunakan pembalut. Dimana kondisi ini akan mempermudah aktivitas ibu. Selain itu, penggunaan pembalut akan memberikan tanda mengenai pecah ketuban. Meskipun cairan memang sering kali keluar saat menjelang persalinan, namun semuanya memiliki arti dan makna. Sehingga sang ibu dan bapak tidak perlu langsung khawatir.

Beberapa kondisi dapat ditandai menjelang persalinan. Sehingga baik bapak dan ibu mengerti apa yang harus dilakukan saat kondisi tersebut terjadi. Apabila dari vagina ibu sering mengeluarkan air ketuban maka lebih baik dikonsultasikan ke dokter. Sebaiknya bapak dan ibu memastikan bahwa cairan tersebut memang pecah ketuban. Jika hal tersebut terjadi maka sebaiknya bapak dan ibu mengikuti instruksi dari dokter yang memberikan arahan.

Bila pecah ketuban banyak dan ibu dinyatakan akan melahirkan maka, sebaiknya ibu mulai bersiap. Dimana ketika ibu akan melakukan persalinan dan menggunakan mobil maka sebaiknya ibu memberikan alas pada jok mobil. Selanjutnya ibu juga dapat meletakkan handuk di bagian pangkal paha. Dimana hal tersebut dilakukan untuk mengurangi cairan pecah ketuban yang keluar. Gunakan handuk bersih dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut.

Persalinan akan berlangsung saat pecah ketuban secara alami. Apabila pecah ketuban terjadi tidak semestinya, maka dokter akan melakukan beberapa tindakan dalam melakukan persalinan.