Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi

Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi

Alergi terhadap susu sapi dapat saja terjadi pada saat sistem kekebalan tubuh bereaksi pada protein yang ada pada susu sapi. Pada biasanya alergi tersebut akan berlangsung sampai usia 4 tahun dan dengan sendirinya akan pulih seiring bertambahnya dengan usianya.

Apabila lebih dari 4 tahun namun anak masih mengalami alergi, maka hal ini kemungkinan besar akan menimbulkan anak tetap mengalami alergi sampai tumbuh besar. Anak yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lebih sensitif dan unik akan menimbulkan alergi. Hal ini dikarenakan terjadinya reaksi sistem kekebalan tubuh yang seharusnya tidak membahayakan.

Berikut ini ada beberapa faktor yang menimbulkan anak menderita alergi terhadap susu sapi di antaranya:

  1. Faktor Keturunan Atau Genetik

Bayi yang mempunyai orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat alergi terhadap susu sapi maka mempunyai resiko yang lebih besar akan mengalami alergi susu sapi yang sama. Untuk itu bagi orang tua yang mempunyai riwayat alergi susu sapi sebaiknya berhati-hati saat memberikan susu sapi kepada si buah hati.

  1. Usia Bayi

Ternyata pemberian susu sapi dapat berpengaruh pada bagian sistem pencernaan anak, terutama bagi anak yang belum bisa berkembang secara sempurna seperti bayi. Semakin anak dewasa maka semakin mudah beradaptasi terhadap protein yang terdapat di dalam susu sapi. Sehingga Anda harus tepat dalam memberikan susu yang sesuai dengan usianya.

Berikut ini ciri-ciri anak alergi susu sapi diantaranya:

  1. Gangguan Bagian Sistem Pencernaan

Ciri pertama yang mudah dikenali yaitu bayi mengalami gangguan pada bagian sistem pencernaannya. Pada biasanya ciri tersebut akan muncul ditandai dengan hidung meler, mata berair, batuk-batuk, bersin berulang kali. Apabila bayi mengalami kondisi yang parah maka bisa ditandai dengan pembengkakan pada bibir, lidah, sesak nafas, sakit tenggorokan, bahkan sampai mengalami pingsan.

  1. Ruam Pada Bagian Kulit

Kemerahan pada kulit atau ruam memang menjadi ciri ciri anak alergi susu sapi yang paling mudah untuk dikenali ketika anak alergi terhadap susu sapi. Ruam tersebut juga ditandai dengan adanya rasa yang gatal dan pembengkakan di beberapa tubuh. Sehingga saat anak menunjukkan gejala tersebut sebaiknya berhentikan pemberian susu sapi dan segera konsultasikan kepada dokter.

  1. Anak Mengalami Gangguan Pencernaan

Apabila setelah mengkonsumsi susu sapi namun anak mengalami gangguan pencernaan, misalnya seperti nyeri perut, kram, diare, maupun kembung maka hal ini berkemungkinan bayi sedang mengalami alergi susu sapi. Kondisi seperti ini juga di tandai dengan bayi yang seringkali rewel karena rasa tidak nyaman yang dirasakannya.

Jika bayi tidak menerima ASI eksklusif di bulan pertama, maka para orangtua harus memilih susu formula yang tepat. Sebaiknya pilihlah susu dengan jenis hypoallergenic, karena jenis susu ini dibuat secara khusus agar dapat mengurangi resiko alergi pada anak. Tidak hanya itu saja, kandungan di dalam susu tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Apabila kondisi bayi yang alergi terhadap susu sapi berat badannya sulit naik dan alerginya seringkali tumbuh, maka jangan biarkan begitu saja. Anda harus segera menghubungi dokter supaya memperoleh perawatan yang tepat. Dengan mengetahui ciri-ciri anak alergi susu sapi di atas, maka diharapkan orang tua lebih berhati-hati lagi.

Hal Yang Perlu DIlakukan Saat Terjadi Pecah Ketuban

Hal Yang Perlu DIlakukan Saat Terjadi Pecah Ketuban

Kehamilan merupakan salah satu masa yang diinginkan oleh setiap pasangan. Dimana melalui proses kehamilan, calon penerus akan didapatkan. Sebab itu, ketika telah memasuki masa pernikahan, kehamilan merupakan salah satu keadaan yang diinginkan. Kehamilan memiliki masa 9 bulan sebelum menuju persalinan. Dalam menjalani masa kehamilan, beragam informasi mengenai kehamilan wajib diketahui beserta dipelajari.

Kehamilan merupakan salah satu masa rawan dan membutuhkan banyak perhatian. Dimana masa kehamilan bukan hanya memikirkan mengenai kehidupan sang bayi saja melainkan sang ibu juga. Berbagai nutrisi yang dimakan oleh sang ibu pun akan diatur asupannya. Nutrisi yang baik selalu diberikan untuk buah hati oleh sang ibu. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang masa kehamilan.

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga tahapan. Trimester terakhir merupakan masa – masa krusial. Dimana baik ayah dan ibu harus siap siaga. Trimester terakhir, ibu sangat rawan mengalami masalah pecah ketuban. Kondisi pecah ketuban merupakan kondisi dimana cairan keluar dari vagina sang ibu.  Hal tersebut menandakan sang bayi akan segera lahir.

Terkadang kondisi pecah ketuban merupakan sebuah kondisi yang sangat serius. Bahkan beberapa calon ibu dan bapak akan sangat panic saat kondisi pecah ketuban terjadi. Beberapa hal dapat bapak dan ibu lakukan ketika pecah ketuban terjadi. Sehingga anda dapat menangani dengan baik kondisi tersebut tanpa ragu dan khawatir.

Ketika memasuki masa – masa krusial, atau mendekati persalinan maka sang ibu disarankan menggunakan pembalut. Dimana kondisi ini akan mempermudah aktivitas ibu. Selain itu, penggunaan pembalut akan memberikan tanda mengenai pecah ketuban. Meskipun cairan memang sering kali keluar saat menjelang persalinan, namun semuanya memiliki arti dan makna. Sehingga sang ibu dan bapak tidak perlu langsung khawatir.

Beberapa kondisi dapat ditandai menjelang persalinan. Sehingga baik bapak dan ibu mengerti apa yang harus dilakukan saat kondisi tersebut terjadi. Apabila dari vagina ibu sering mengeluarkan air ketuban maka lebih baik dikonsultasikan ke dokter. Sebaiknya bapak dan ibu memastikan bahwa cairan tersebut memang pecah ketuban. Jika hal tersebut terjadi maka sebaiknya bapak dan ibu mengikuti instruksi dari dokter yang memberikan arahan.

Bila pecah ketuban banyak dan ibu dinyatakan akan melahirkan maka, sebaiknya ibu mulai bersiap. Dimana ketika ibu akan melakukan persalinan dan menggunakan mobil maka sebaiknya ibu memberikan alas pada jok mobil. Selanjutnya ibu juga dapat meletakkan handuk di bagian pangkal paha. Dimana hal tersebut dilakukan untuk mengurangi cairan pecah ketuban yang keluar. Gunakan handuk bersih dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut.

Persalinan akan berlangsung saat pecah ketuban secara alami. Apabila pecah ketuban terjadi tidak semestinya, maka dokter akan melakukan beberapa tindakan dalam melakukan persalinan.

Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini

Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini

Memahami cara melatih mental anak agar berani adalah hal yang bisa dikatakan cukup penting. Ya, mental anak yang sudah terbentuk sejak dini tentu saja akan membuat mereka lebih percaya diri dan siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Selain itu, dengan mental yang kuat pula, anak akan cenderung bisa mengambil keputusan dengan lebih baik dan terhindar dari sifat yang terlalu cengeng. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang bagaimana cara untuk melatih mental anak agar menjadi pemberani sejak dini.

Apa saja cara yang bisa dilakukan? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

Tips Melatih Mental Anak Agar Kuat

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melatih mental anak agar mereka cenderung lebih berani. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengajari keterampilan khusus

Salah satu tips yang cukup efektif untuk melatih mental anak adalah dengan mengajarinya keterampilan yang khusus. Ya, keterampilan khusus memang akan membuat mereka lebih percaya diri karena memiliki kemampuan.

Selain itu, keterampilan khusus yang diajarkan –dengan proses yang cukup panjang, juga akan melatih kedisiplinan mereka. Nah, lihat apa keterampilan yang cocok dengan minat serta bakat dari anak Anda sebelum mengajarkannya.

  • Biarkan anak melakukan kesalahan

Sesekali membiarkan anak melakukan kesalahan adalah perlu. Kesalahan tersebut nantinya akan menjadi media pembelajaran yang begitu penting. Selain itu, apa yang lebih penting adalah dengan melakukan kesalahan, nantinya akan terbangun kesadaran dan mental yang lebih baik untuk menghadapi sesuatu yang berbeda.

  • Mengajari berpikir logis

Untuk memiliki mental yang kuat dan bersikap berani, pikiran yang logis adalah salah satu hal yang cukup penting. Dengan berpikir logis, maka kesulitan yang dihadapi akan bisa dicerna dan diatasi dengan lebih baik.

Nah, cobalah untuk mengajari anak Anda berpikir logis dan realistis. Memang, hal ini tidak semudah yang dibayangkan terutama untuk anak-anak yang masih berusia terlalu kecil. Namun, jika berhasil, efeknya akan sangat baik untuk perkembangannya di masa depan.

  • Membantu anak menghadapi ketakutan

Masalah saat membangun mental anak adalah ketakutan. Ketakutan tentu bisa bersumber dari berbagai hal, seperti suasana di sekolah, teman bermain dan lainnya. Jika tidak ditanggulangi, ketakutan tersebut bisa berbekas dan nantinya akan membekas dan susah dihalangi.

Oleh karenanya, Anda perlu membantu anak Anda untuk menghadapi ketakutan. Berikan rasa nyaman di sekitarnya dan keyakinan bahwa ia sebenarnya tidak perlu takut. Latih kondisi ini terus menerus hingga nantinya ketakutan anak Anda akan hilang.

Nah, beberapa hal di atas bisa Anda jadikan cara melatih mental anak agar berani yang efektif. Memang, Anda perlu waktu untuk melatihnya. Namun, jika dimulai sejak dini, tentu hasilnya pun akan bisa didapatkan dengan cepat.

Perkembangan Janin Usia 27 Minggu dan Perubahan Pada Fisik Ibu Hamil

Perkembangan Janin Usia 27 Minggu dan Perubahan Pada Fisik Ibu Hamil

Memasuki usia kehamilan pada trismester akhir ke 3 ini berati secara kesluruhan kondisi bayi dan ibu sudah bisa dikatakan normal dan siap menjalankan persalinan yang tinggal menghitung hari saja.

Anda akan melihat langsung kondisi bayi mungil yang sudah berbulan-bulan berada di perut yang biasa menyundul, menendang perut anda sebentar lagi akan terlahir di dunia.

Kami akan mencoba membahas beberapa perkembangan umum yang terjadi pada usia kandungan 27 minggu ini.

Kemudian apa saja perubahan yang biasanya akan bunda rasakan se iring bayi dalam perut bunda semakin membesar dengan kondisi semua organ tubuh normal dan sisitem kerja lainya juga normal.

Ok kita akan coba bahas langsung dengan ringkas saja perkembangan janin 27 minggu yang harus bunda setidaknya pahami juga.

Anda tau kembang kol ? nah ukuran bayi anda pada usia 27 minggu ini kurang lebih besarnya sama dengan kembang kol yang utuh biasa anda beli di pasar sebagai sayuran.

Baik supaya lebih detail, akan coba kami ringkas saja point-point perubahan pada proses perkembangan bayi dalam kandungan yang sudah mencapai usia 27 minggu kepada bunda supaya enak membacanya.

  • Ukuran tubuh bayi idealnya sudah mencapai 36 cm dengan berat sekitar 900 gram atau sudah 1kg.
  • Fungsi paru-paru sudah sangat normal seperti orang dewasa
  • Pada bagian lipatan kulit mulai terisi lemak
  • Hampir semua organ tubuh sudah bekerja dengan baik dan normal
  • Respon menangpak suara dan getaran sudah sangat baik
  • Detak jantung juga sudah mulai seperti anak-anak
  • Kemudian kalau bunda USG akan mendengar dengan jelas suara detak jantung bayi anda.

Kemudian bunda juga harus pahami, dengan kondisi janin yang sudah mulai besar ini artinya dari sisi kondisi bunda juga akan berubah, apa saja jenis perubahan umum yang akan bunda rasakan ?

Berikut akan kami ringkas!

  • Bunda akan sering sekali mengalami kelelahan tiba, tiba, kemudian lemas dan ada juga yang mengalami sesak karena kesususahan bernafas. Apalgi bagi bunda yang hamil dalam kondisi berat badan berlebih.
  • Sering merasakan sakit pada bagian punggung belakang saat mulai berdiri atau duduk bahkan ketika bunda ingin rebahan hanya bisa dalam posisi menyamping saja enaknya.
  • Kemudian terkadang juga akan menimbulkan bengkak pada pergelangan kaki bagian bawah.
  • Bisa juga anda akan merasakan ambien dadakan
  • Sering ke kamar mandi sampai dengan kondisi payudara bunda akan semakin besar dan padat.

Kemudian tidak kalah penting juga bunda harus bisa menjaga kandungan bunda tetap dalam kondisi baik dan janin sehat selalu, bagaimana caranya ?

Yang pertama adalah bunda harus tetap usg ke dokter sesuai dengan jadwal yang diberikan jangan sampai absen.

Kemudian jangan lupa lakukan olahraga ringan saja, misalkan jalan kaki, kemudian yoga di rumah dan senam ringan intinya bunda tetap gerak meskipun hanya sebentar saja.

Kemudian jangan lupa jaga makanan yang baik, yang dibutuhkan oleh cabang bayi anda dalam proses pertumbuhanya dengan lancar, dan bunda juga harus tetap tenang fokus dan jangan stress.