Asal Muasal Ditemukannya Semur Jengkol, Hasil Akulturasi Budaya Kolonial Belanda

Nikmatnya Jengkol Balado yang Pas Disantap dengan Nasi Hangat | Indozone.id
source gambar : indozone.id

Jengkol sebagai sayuran yang difavoritkan banyak warga Indonesia kini memiliki harga yang menyaingi daging, cita rasanya yang khas tidak bisa dibantahkan sekalipun aromanya yang menyengat terkadang mengganggu. Kesedapan saat menyantap berhasil mengalahkan keunikan baunya, lalu apakah anda sudah tahu soal asal muasal dari munculnya semur jengkol yang kini menjadi banyak makanan khas daerah di Indonesia?

Banyak yang meremehkan soal makanan yang satu ini, tapi nyatanya memiliki sejarah yang sangat dalam dan merupakan peninggalan zaman penjajahan oleh bangsa Kolonial Belanda dulu.

Apa itu Jengkol?

Jengkol alias Pithecollobium Jiringa alias Pithecollobium Labatum, termasuk jenis tanaman polong-polongan khas wilayah tropis Asia Tenggara. Pohon jengkol dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, Myanmar sampai Thailand dan diolah menjadi beragam jenis masakan.

Di Indonesia, tepatnya pada beberapa daerah mempunyai istilah sendiri-sendiri dalam penamaan tanaman ini. Contohnya orang Jawa menyebut jengkol atau erring, orang Sulawesi menamai lubi, jariang sebutan untuk wilayah Minangkabau, jaring sebutan untuk daerah Lampung, juga sebutan joring atau jering untuk daerah Batak.

Pohon jengkol berbuah musiman, antara November sampai Januari. Tinggi pohon bisa setinggi 26 meter, dapat hidup pada dataran tinggi atau rendah. Meski dapat dimakan, jengkol juga mengandung racun dari asam jengkolat (L-Djengkolid acid).

Sejarah Semur Jengkol

Sebenarnya semur jengkol tidak bisa lepas dari yang namanya peradaban kolonial Belanda, kata semur itulah yang menjadi peninggalan jaman penjajahan Indonesia. Menurut Sejarawan JJ Rizal,  Semur, sajian yang dikenal akan kuah berwarna cokelat ini dipengaruhi oleh budaya Eropa, Cina, Timur Tengah India, dan Indonesia. Kata “semur” sendiri sebenarnya adalah hasil plesetan dari bahasa Belanda yakni  Stomerijj alias berarti steamer (kukusan) adalah sebuah alat masak.

Kebetulan di zaman penjajahan kolonial Belanda mayoritas “Wong Londo” (kalau kata orang Jawa) mempunyai koki juga asisten rumah tangga yang berasal dari orang pribumi. Para nyonya Belanda ini sering meneriaki kokinya yang merupakan orang Indonesia asli dengan seruan “stomerijj!”  yang dimaksud mungkin adalah masak di alat kukusan (stomerijj), tetapi para koki yang merupakan orang pribumi malah mendengar dengan kata smoor atau semur.

Namun sebenarnya jauh sebelum Belanda menyerang, cara mengolah daging ataupun protein hewani lainnya yang wajib dimasak lama (slow cooking) sudah dijalankan oleh bangsa Indonesia sejak lama. Seperti yang dilakukan dalam pengolahan semur dengan bahan dasar daging dan lainnya.

Semur lalu melekat menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia, juga menjadi menu favorit banyak keluarga Indonesia. Sajian ini hadir dengan beragam inovasi bumbu serta bermacam topping.

Jika dahulu semur hanya identik dengan daging sapi, sekarang kita bisa menemukan semur daging kambing, ayam, telur, tahu, tempe, jengkol, terong, sampai ikan. Sajian ‘Semur Jengkol’ yang sekarang tersedia di banyak warung makan, dapat disimpulkan pemakaian rempahnya mendapat pengaruh cara memasak Timur Tengah juga India, sedangkan untuk cita rasa yang mampu menggoyang lidah diperoleh dari Cina juga Indonesia.

Terutama untuk tanaman Jengkol yang dijadikan sebagai pengganti daging, dahulu kala dikisahkan banyak sekali pohon jengkol yang tumbuh di halaman rumah masyarakat Betawi. Sehingga semur jengkol menjadi makanan khas orang Betawi, namun juga banyak ditemukan di tanah Jawa Barat alias orang Sunda yang populer menjadikan jengkol mentah sebagai lalapan. Ada juga semur jengkol ala orang Sunda yang memiliki cita rasa berbeda dengan semur jengkol ala Betawi, kalau daerah Jawa ada di Jawa Timur yang mencanangkan semur jengkol pedas manis.

Bagaimana? Menarik bukan jika membedah sejarah ditemukannya makanan-makanan khas Indonesia, menambah pengetahuan bisa dari segi mana saja semoga bermanfaat!!