8 Keuntungan Mendirikan PT

Beberapa keuntungan dan pertimbangan mengapa mendirikan PT dapat menjadi opsi yang lebih menguntungkan bagi startup dan UKM. Berikut ini adalah 8 poin yang dimaksud, yaitu :

 

Modal Terdiri Atas Saham

Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang No.40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas (UUPT) menyebutkan bahwa modal PT terdiri dari seluruh nilai nominal saham.

Berbeda dengan wujud perusahaan lainnya, modal PT dibedakan secara jelas dan rinci oleh undang-undang.

Modal untuk mendirikan PT dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor.

Modal basic PT sekurang-kurangnya adalah Rp50 juta, tapi bisa saja ada peraturan lain yang sesuaikan kesibukan usaha spesifik yang dapat pilih modal basic lebih besar dari yang diatur di UUPT.

Menurut Pasal 33 UUPT paling sedikit 25% dari modal basic harus ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk startup dan UKM yang berharap masuknya pendanaan dari investor maka kepemilikan perusahaan berbentuk saham akan lebih fleksibel sebab sifat yang saham yang dapat dialihkan (transferability).

Menurut Ridwan Khairandy dalam bukunya Perseroan Terbatas: Doktrin, Peraturan Perundang-undangan dan Yurisprudensi, pengalihan saham secara penuh dalam kepemilikan merupakan tidak benar satu karakteristik korporasi yang membedakan korporasi dari persekutuan perdata dan badan hukum lain yang sejenis.

Sifat dapat dialihkan itulah yang yang sebabkan perusahaan dapat jalankan kesibukan bisnisnya tanpa ada masalah kala pemilik perusahaan berganti.

 

Nama PT Dilindungi Negara

Membuat perusahaan berbentuk badan hukum mempunyai pemberian oleh negara yang optimal dibanding wujud lainnya.

Hal ini dapat diamati dari merasa penamaan yang diatur secara terperinci dalam Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.

Ada sebagian syarat yang ditentukan untuk mengajukan nama perusahaan berbentuk PT. Tapi yang paling penting, nama PT yang diajukan belum dipakai secara sah oleh PT lain.

Jadi tidak akan ada 2 PT yang namanya sama. Artinya secara otomatis PT akan terlindungi dari tindakan merugikan pihak lain mengingat namanya yang unik dan negara meyakinkan tidak ada penamaan yang serupa atau mirip.

Pertanggungjawaban Terbatas

Poin ke 3 ini bisa saja menjadi tidak benar satu pertimbangan utama untuk mendirikan PT ketimbang wujud perusahaan yang lain. Salah satu keuntungan mendirikan perusahaan berbentuk PT adalah dari segi pertanggungjawaban.

Pemilik perusahaan atau pemegang saham hanya bertanggung jawab semata-mata modal atau sahamnya di perusahaan tersebut. Jadi terkecuali perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham hanya menjamin sebesar sahamnya.

Berbeda dengan perusahaan yang bukan badan hukum seperti persekutuan perdata, firma atau persekutuan komanditer, di mana terkecuali mengalami kerugian dan aset perusahaan tidak dapat menutupi kerugian maka dapat disita dari harta teristimewa pemilik perusahaan.

 

Lebih Kredibel Termasuk Keuntungan Mendirikan PT

Karena statusnya badan hukum, sebuah PT tidak identik dengan nama dan kekayaan pemiliknya. Dalam hubungan usaha dengan pihak ketiga, sebuah PT melakukan tindakan sendiri untuk kepentingannya sendiri yang diwakili oleh pengurusnya.

Apabila mendapat keuntungan maka akan menjadi keuntungan perusahaan dan sebaliknya andaikan menderita kerugian maka ditanggung oleh harta kekayaan PT tersebut (Prof. Abdul Kadir Muhammad: Hukum Perusahaan Indonesia).

Adanya pembelahan yang jelas di sebuah PT antara harta kekayaan perusahaan dan harta pemilik perusahaan sebabkan pihak ketiga atau mitra tersebut dapat sebabkan penilaian mengenai kemampuan perusahaan tersebut dalam jalankan transaksi bisnis.

Hal lain untuk tunjukkan kredibilitas sebuah PT adalah ada kewajiban untuk menyetor penuh modal yang ditempatkan sekurang-kurangnya 25% dari modal basic dan dibuktikan dengan bukti setor (Pasal 33 UUPT).

Berbeda dengan perusahaan yang bukan badan hukum seperti persekutuan perdata, firma, dan persekutuan komanditer yang tidak mempunyai peraturan mengenai modal disetor dan bukti setor.

Proses Mendirikan PT Mudah

Berbeda dengan prosedur dan kriteria sebelumnya, sekarang mendirikan PT gampang dan prosesnya lebih cepat.

Sebuah PT telah sah menjadi badan hukum dan dapat jalankan tindakan hukum yang terpisah dari pendiri/pemiliknya terhitung sejak terbitnya Surat Keputusan Persetujuan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM atas akta pendirian PT (SK Kemenkumham).

Proses merasa dari notaris mengajukan keinginan pengesahan akta pendirian dan anggaran basic PT hingga dengan terbitnya SK Kemenkumham dapat selesai hanya dalam selagi 1 hari.

Sementara untuk perusahaan yang bukan berbadan hukum, harus untuk mendaftarkan akta pendiriannya ke pengadilan negeri setempat
Mengenai besarnya modal untuk pendirian PT yang sepanjang ini kerap menjadi kendala bagi startup dan UKM, pemerintah telah mencarikan jalan keluarnya.

Dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT), modal basic PT sekurang-kurangnya Rp50 juta, dan 25% harus telah ditempatkan dan disetor penuh.

Oleh sebab itu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2016 Tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas. Dengan terbitnya peraturan pemerintah ini, besarnya modal untuk mendirikan PT diserahkan terhadap kesepakatan para pendiri.

Selain peraturan di atas, pemerintah terhitung jalankan revolusi perizinan mengupayakan dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan Online Single Submission (OSS).

Setelah selesai mendirikan PT, kini pelaku usaha hanya butuh koneksi internet untuk mengurus izin usaha sehingga mereka dapat lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya.

(*) Berdasarkan peraturan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.17 Tahun 2018 pendirian persekutuan perdata, firma, dan persekutuan komanditer didaftarkan di Sistem Administrasi Badan Usaha di Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM. Namun hingga artikel ini ditulis belum ada arahan tehnis untuk jalankan keputusan ini.

Pemisahan Peran Masing-Masing Organ Perusahaan

Selanjutnya keuntungan mendirikan PT adalah ada pembelahan peran organ perusahaan. Organ PT terdiri atas direksi, komisaris, dan Rapat Umum Saham (RUPS). Yang mempunyai wewenang tertinggi adalah RUPS.

Sesuai isikan Pasal 1 ayat (2) UUPT dikatakan bahwa RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang ini dan/atau anggaran dasar.

Organ seterusnya adalah direksi yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk keperluan Perseroan, cocok dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan cocok dengan keputusan anggaran dasar

. Kemudian organ yang ketiga adalah dewan komisaris yang bertugas jalankan pengawasan secara umum dan/atau spesifik cocok dengan anggaran basic serta memberi nasihat kepada direksi. Posisi direksi dan komisaris tidak dapat dirangkap oleh orang yang serupa di sebuah PT.

 

Lebih Leluasa Memilih Bidang Bisnis

Keuntungan lain yang dimiliki oleh perusahaan berbentuk PT adalah keleluasaan pilih kesibukan usaha Beberapa kesibukan usaha mewajibkan perusahaan berbentuk pendirian PT untuk dapat meraih izin dan menjalankan usaha.

Salah satunya adalah fasilitas kesibukan usaha pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 /POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi diharuskan oleh perusahaan yang telah berbentuk badan hukum.

Demikian terhitung sebagian bidang usaha lain seperti restoran bergerak yang izinnya hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang telah berbentuk PT.