4 Cara Agar Anak Lebih Rajin Belajar

anak belajar

Belajar adalah suatu tindakan yang wajib dilakukan oleh pelajar, maupun dia masih balita ataupun sudah dewasa. Anak-anak sebisa mungkin diajarkan belajar dengan giat mulai sejak dini, agar nanti waktu sudah memasuki sekolah tidak terkejut dengan cara pembelajaranya.

Banyak juga kasus anak-anak susah disuruh belajar oleh orang tuanya. Sehingga para orang tua sering marah dan geram karena tingkah laku anaknya. Sebagai orang tua harus mengajari anaknya secara pelan-pelan agar mereka memahaminya. Jika mengajarkan dengan amarah atau buru-buru, anak-anak tidak akan memahami yang diajarkan orang tuanya, karena anak-anak masih tidak bisa menangkap suatu ajaran dengan cepat.

Nah disini kami akan memberi tahu beberapa cara agar orang tua dapat mengajarkan anak-anaknya belajar dengan giat. Mari kita simak berikut ini

4 Cara Yang Dapat Dilakukan Oleh Orang Tua

  1. Belajar dengan bermain

Anak-anak sering bermain agar mereka senang. Nah dengan begitu orang tua dapat mengajarkan anaknya dengan disertai bermain  karena naluri anak akan merasa senang jika kegiatan belajarnya diselingi dengan bermain.

Missal seperti belajar tentang huruf, orang tua dapat menggunakan alat bantuan seperti balok yang berbentuk huruf dan anak-anak diajak untuk menyusun sebuah kata dari huruf-huruf yang ada. Cara lainya adalah dengan berhitung, berhitung dapat ditemukan hampir disemua kegiatan, seperti waktu membeli roti. Saat membeli roti, orang tua sebisa mungkin mengajari menghitung banyak roti yang akan dibelinya, sehingga anak-anak dapat menghitung berapa buah roti yang akan dibeli oleh orang tuanya.

  1. Hargai proses perkembangan anak

Orang tua harus menghargai dan mendukung kegiatan atupun prestasi anak, walaupun dengan sentuhan kecil, anak-anak akan merasa jika orang tuanya bangga dengan dia. Dan waktu anak-anak telah melakukan sesuatu yang sebisa mungkin berikan reward dengan pelukan ataupun hadiah kecil seperti makanan kecil ataupun mainan kesukaanya.

Jika anak-anak melakukan kesalahan, sebisa mungkin jangan dimarahin ataupun sampai dibentak. Orang tua perlu menenangkan anaknya, karena mereka sedang berproses berkembang dan ingin mecoba segala hal. Orang tua harus menanamkan kepada anaknya agar terus mau mencoba dan tidak takur gagal.

  1. Sesuaikan cara belajar anak menurut perkembanganya

Terkadang, kita sebagai orang tua terlalu menekankan anak untuk belajar suatu hal yang tidak cocok bagi umurnya, karena anak-anak akan sulit untuk memahami nya. Sehingga membuat anak sering gagal dan membuat mereka menyerah dan malas belajar.

Sebisa mungkin cara belajarnya disesuaikan dengan umurnya. Seperti contoh, anak yang berumur 2 tahun masih belum dapat menghitung dan membaca dengan baik, nah orang tua sebaiknya mengajarinya dimulai dari pembedaan barang berdasarkan bentuk. Seperti mainan mobil dan mainan hewan harus ditempatkan di tempat yang seharusnya. Dengan begitu anak-anak akan dapat mempelajari jika kedua mainan tersebut berbeeda jenis.

  1. Gunakan pembelajaran dalam kegiatan sehari hari-

Ketika anak-anak sudah mempelajari suatu hal, sebisa mungkin orang tua mengajaknya mengulangi pembelajaran tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya seperti, anak-anak selesai belajar menghitung, ajak anak untuk belanja dan minta kepada anak untuk mengambilkan beberapa buah apel, dan diikuti dengan menghitung berapa apel yang diambil. Dengan begitu, mereka akan merasa jika sesuatu hal yang telah mereka pelajari dapat juga dilakukan di aktivitas sehari-harinya, dan mereka akan merasa senang dan akan  mencoba hal lain untuk mengasah pengetahuanya.

Nah dengan begitu anak-anak akan merasa jika belajar akan membuat mereka berkembang. Sesuikan materi pembelajaran dengan umur mereka, karena dengan begitu anak-anak aakan lebih mudah memahminya dan akan membantu mereka dimasa dewasa nanti.

Bagi Anda yang membutuhkan Jasa Aqiqah bisa mengunjungi www.aqiqahplus.com, banyak varian paket yang menarik dengan harga terjangkau. Aqiqah plus juga sudah tersedia di 20 kota di jawa tengah seperti Semarang, Salatiga, Kudus, dan lainya.